Hari
ini Sabtu, 1 April 2017. Hari biasa sih sebenarnya, hari buat nyantai
tapi sekaligus buat memenuhi undangan dari teman teman yang lagi
berbahagia dalam acara traktir cilok sedunia, eh se-deivisi. Hihi..
Tapi ada yang spesial hari ini, bertepatan dengan tanggal 1 April
yang dikenal dengan April Mop atau dalam bahasa Inggrisnya April
Fool's Day.
Apa
sih April Fool's Day itu? Pada hari itu (1 April) setiap orang
diperbolehkan untuk berbohong atau membuat lelocon konyol tampa rasa
bersalah atau tidak boleh disalahkan. Hari ini ditandai dengan
bercanda, tipu menipu kepada keluarga, teman, sahabat, musuh dan
tetangga dengan tujuan mempermalukan mereka. Aku sebenarnya tidak
begitu setuju dengan April mop ini, kerena melegalisasi sesuatu
perbuatan yang tidak terpuji. Setiap orang pasti hari ini tidak
begitu saja mempercai berita yang diterimanya. Misalnya berita
musibah yang menimpa teman atau sahabat, kita pasti mengira ini April
Mop. Iya kalau April Mop, kalau beneran bagaimana? Tentu kita akan
sangat menyesal mengabaikan berita duka itu. Lagi pula dalam kaca
mata agama Islam, April Mop merupakan hari yang kelam dalam sejarah
peradaban islam di Eropa.
Sejarah
April Mop
April
Mop atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah
Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H. Sejak
dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad,
Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi sebuah negara yang makmur.
Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam yang
begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian
dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Keadaan tenteram seperti itu
berlangsung hampir enam abad lamanya. Selama itu pula kaum non muslim
yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya
membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah
sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.
Akhirnya
mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yaitu dengan
melemahkan iman mereka melalui pemikiran dan budaya lebral. Akhirnya
Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan non muslim. Granada adalah
daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol
(juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk
menyelamatkan diri. Tentara non muslim mengetahui bahwa banyak muslim
Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah mereka. Dengan lantang
tentara non muslim itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim
Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar
keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. Orang
orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari
orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal- kapal penumpang
yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada
kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk
meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.
Keesokan
harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah
mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan
berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak
mempercayai pasukan non muslim, memilih bertahan dan terus
bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol
berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara non muslim menggeledah
rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat
menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut
bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa
terpana ketika tentara non muslim juga membakari kapal-kapal yang
dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol.
Ribuan
umat Islam itu tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak
bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan
anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedangkan para tentara non
muslim telah mengepung mereka dengan pedang terhunus. Dengan satu
teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara non muslim segera menyerbu
umat Islam Spanyol. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim
Spanyol di pelabuhan itu tewas sebagai syuhada. Tragedi itu
bertepatan dengan tanggal 1 April.Inilah yang kemudian diperingati
oleh dunia barat sebagai April Mop (The April's Fool Day).
Pada
tanggal 1 April, orang orang diperbolehkan menipu dan berbohong
kepada orang lain. Sebab itulah, April Mop dirayakan dengan
melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih
sekedar hiburan atau keisengan belaka. Bagi umat Islam, April Mop
tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Sebab itu, sangat
tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut ikutan merayakan tradisi
ini.Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia
sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan ribuan saudara
saudaranya di Granada, Spanyol 5 abad silam yang lalu.
Sebagai muslim khususnya
bagi pemuda dan remaja harus paham sejarah runtuhnya Muslim di
spanyol.
Hal itu
diungkapkan Ketua Umum Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia
(JPRMI) Kota Medan, Ahmad Rosadi Rangkuti saat persiapan Tablig Akbar
Remaja Masjid, Sabtu (1/4/2017).
"Saat ini sejarahnya dilupakan bahkan dikaburkan. Kita harus jadi muslim cerdas agar tidak mudah dibodohi dan mengikuti budaya kaum kafir," ujarnya kepada Harianamanah.com, (1/4).
Rosadi menjelaskan, menurutnya April Mop atau The April`s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.
"Saat itu terjadi pembantaian ribuan ummat Islam di Granada, Spanyol di depan pelabuhan. Dengan tipuan akan diberangkatkan ke keluar Andalusia dengan kapal-kapal yang disediakan oleh Ratu Isabella, Muslim Andalusia malah dikonsentrasikan dan dengan mudah dibantai habis dalam waktu sangat singkat oleh ratusan pasukan salib," kenangnya.
"Saat ini sejarahnya dilupakan bahkan dikaburkan. Kita harus jadi muslim cerdas agar tidak mudah dibodohi dan mengikuti budaya kaum kafir," ujarnya kepada Harianamanah.com, (1/4).
Rosadi menjelaskan, menurutnya April Mop atau The April`s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.
"Saat itu terjadi pembantaian ribuan ummat Islam di Granada, Spanyol di depan pelabuhan. Dengan tipuan akan diberangkatkan ke keluar Andalusia dengan kapal-kapal yang disediakan oleh Ratu Isabella, Muslim Andalusia malah dikonsentrasikan dan dengan mudah dibantai habis dalam waktu sangat singkat oleh ratusan pasukan salib," kenangnya.



