Tuesday, December 13, 2016

Kesaksian Orang Mati Suri

Image may contain: 1 person

Fakta Mati Suri
"Kesaksian Orang Mati Suri"

Dia adalah : Ella Az-Zahra Aslina adalah warga pekan baru yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri. Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun.
Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) . Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit di jakarta.
Setelah itu, Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi.. ”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,’ ‘ jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina kembali ke jakarta sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detak jantungnya dan napasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk ke ruang perawatan. ”Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut). Lalu saya ajarkan kalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ” ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan kesaksiaanya.
”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang. ”Saya telah merasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati itu.
Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikat mencabut (nyawa) dari kaki kanan saya,” tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, saya berzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,” ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.
Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalammualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu, apa agamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.. “ Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada teman kecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau. Seperti pengakuan pamannya,
Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut. Kemudian Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,” sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun.
Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.” Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai”. Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnya bak seorang pendakwah.
Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuan itu menjawab.”Akula h (amal) kamu.” Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa.
Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi yang sangat berat, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya. ”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang. Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah shalat.
Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain. Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya.
Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia. Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak.
Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir. Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebut adalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat) baik,red).
Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan adzan seperti adzan di Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya.”Saya mau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,” ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepada ruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batang an emas di dalam tepak ”husnul khatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ”Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.”
Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya Allah.” Manusia-manusia itu juga memohon.”Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.” Begitulah di antara cerita
Read More

Monday, December 12, 2016

Terharu, Surat Terbuka Untuk Ahok Dari Mahasiswa Mesir : Gua Azhari dan Gua Cinta Sama Ahok



EllenNews.com – 

Assalamu ‘alaikum, Ahok.
Ahok. Gua bakal blak-blakan manggil lo Ahok dan hok karena setahu gua lo adalah tipe pemimpin yang tak suka dengan pencitraan blohok-blohok yang mencerminkan mentalitas bobrok.

Ahok, gua nih kayanya nyampein Assalamu ‘alaikum ke lo aja pasti saudara-sauadara gua udah banyak yang protes, Hok. Bilang haram lah, ini lah itu lah, alah, macem-macem itu, Hok, lah.

Walaupun kalau dalam urusan haram-mengharamkan ucapan salam ke orang kaya lu nih Hok, mereka ga bakal ngutip surat al-Maidah. Apalagi kalau soal ngucapin salam mah kan ga ada unsur politisnya, Hok.

Biasalah, sekarang mah lo sabar aja dulu. Emang gitu, Hok kalau lu udah nyinggung dikit aja tuh ayat suci, orang-orang yang punya kepentingan tuh langsung membius orang-orang awam untuk mendiskreditkan lu. 

Tapi tenang aja, Hok, gua belajar Islam di tempat yang mengajarkan cinta damai. Gua ngucapin salam dulu ke lo karena ulama gede di lingkungan gua tuh ada yang membolehkan hok. Keren kan?

Iyalah, kaya begini nih, Hok, Islam yang cintai damai. Bersih dari sekat-sekat teologis yang dapat mengeruhkan persatuan. Makanya kapan-kapan lo main aja kesini hok. Biar lo tau. Kalau selama ini di Indonesia lo sering diserang oleh kelompok-kelompok tertentu dari kite nih, kalau di sini mah lo bisa dipeluk dan disambut hangat, Hok.

Euh, ulama di sini mah toleran banget, Hok. Kalau natalan nih, di Indonesia mah kan pada ribut tuh, ngeluarin fatwa inilah itulah, kalau di sini mah kaga.
Lu bayangin aja Hok ulama-ulama al-Azhar dan pemimpin tertingginya yang suka pake jubah itu, mereka dateng ke katedral kaum Kristen Koptik untuk ngapain coba? Ngucapin selamat natal, Hok. Salaman. Pelukan. 

 

Abis itu kadang difoto gitu Hok sama media. Tapi ya ga selfi. Kalau lo kan mungkin ngajak selfian tuh kalau ngeliat ulama yang cair begitu cara bergaulnya. Ga kaya sebagian ulama kita yang suka huram-haram.     
Pernah ga lo nemuin ulama kaya begitu di Indonesia? Jarang kan? Makanya lo ke sini aja Hok, kali-kali maen. Biar lo tahu wajah Islam yang sebenarnya kaya gimana. Ya lo jangan liat lanskap kehidupan politiknya. Kan yang lo butuhin mah toleransinya.
Nah, kalau soal kaya begituan tuh, insya Allah, Hok, lu kaga bakal nyesel kalau ke sini, asal gua diajakin jalan-jalan aja ya. Pusing gua Hok di kamar mulu, nyari istri susah banget. Kali aja kalau jalan-jalan sama lo bisa seru.
Atau kalau lo punya cewe cantik dari kalangan lo boleh dah Hok gue lirik. Eh jangan salah loh Hok. Di Indonesia mungkin lo nemuin ulama yang mengharamkan pernikahan laki-laki dan perempuan dari kelompok lo Hok.
Di lingkungan ulama gua mah kaga Hok. Dibolehkan. Dengan syarat tentunya. Tapi kalau ada yang cantik dari kalangan gue ya ngapaian gua cari cewe dari kalangan elu. Elu kan kemarin bilang tuh di kampung pulau seribu ke penduduk sana. Kalau dikasih pilihan motor cina ama motor jepang, bapak-ibu pilih mana? Gitu kan lo kemarin bilang?
Nah, dalam urusan nikah begituan tuh kira-kira begitulah Hok jawabannya. Kalau di gua masih banyak yang cantik kaya motor jepang, ya ngapain gua nikahin cewe-cewe dari kalangan lo yang kaya motor cina. Ya gak? Bhahahahaha.
Sori lah Hok gua bercanda. Lo jangan marah. Jangan kaya saudara-saudara gua Hok yang suka marahan. Dikit-dikit marah. Padahal mah kita hidup santai aja Hok ya. Kemarin juga lo ga niat ngelecehin kitab suci gua kan. Elu sih ngomong cuplas-ceplos aja. Ujungnya lo lo juga yang galau kan.
Hok, Islam gua mah sebenernya ga pernah ngajarin marah-marahan. Bahkan kalaupun lo bener menghina al-Quran nih, itu kalau lo udah minta maaf, mestinya tuh emang mereka memaafkan Hok.
Itu ajaran Nabi gua begitu Hok. Nabi gua, Nabi Muhammad Saw. yang juga pernah bilang, dalam salah satu hadits (tau hadits ga lo, ah dasar kapir), kalau Yesus (kalau gua sih nyebutnya nabi Isa Hok, udah loh ga usah marah alah beda nama doank juga) itu saudaranya. Keren kan Nabi Gua kan? Ah gua mah pokoknya kagum banget dah Hok sama nabi ini. Kapan ya Hok gua bisa ketemu.  
Euh lu kalau baca sejarahnya nih Hok ya. Kalau ga lu searching aja di google aja dah. Klik dengan kata kunci “Peristiwa Fathu Makkah”. Itu kalau lu langsung baca dari sumber aslinya bagaimana akhlak Nabi Muhammad Saw. lo bisa-bisa ngucapin syahadat langsung di depan gua Hok. Abis itu lu langsung dipilih dah sama partai (berbaju) Islam. Partai yang itu tuh Hok. Alah lu juga tahu sendiri kan.
Abis gua beneran Hok. Kalau lu bisa bahasa Arab mah itu kisah keren banget. Bisa-bisa lu mengerenyitkan dahi terheran-heran dengan sikap orang-orang MUI yang kemaren pengen mutilasi lu Hok.
Hok, itu nabi Muhammad dulunya itu diperangin bertahun-tahun Hok. Puluhan tahun lo bayangin. Lo mah baru berapa tahun di DKI. Diperangin Hok puluhan tahun di Mekkah dan Madinah.
Belum pernah kesono lo ya? Iya kan? Ya gua juga belum sih Hok, tar deh sama-sama kesono kalau lo udah masuk Islam. Tapi gua ongkosin ya. Lo kan banyak duit jadi pejabat DKI. Tapi jangan dari hasil korupsi Hok ya. Ga mau gua.
Lo jangan ngungkit-ngungkit saudara gua yang korupsi haji loh. Awas loh gua tebas loh. Gua penggal loh. Diem lo udah! Itu mereka Muslim, dan perbuatan mereka suci Hok. Jadi kalaupun mereka ntar nyalonin jadi pemimpin lagi nih, itu pilih aja Hok walaupun dia udah terjerat korupsi. Jangan ketawa lo, jangan ketawa lo, enak aja! Gitu-gitu juga yang bilang saudara gua Hok. Saudara lo juga tuh.
Lo Kristen loh dasar kapir! Dasar China loh bisanya ngetawain agama orang aja! Hahahaha.
Engga Hok itu mah sebagian saudara-saudara gua aja sih yang punya pendirian keblinger kaya begituan mah. Ga semua. Gua mah ogah tuh punya prinsip begitu. Yang penting bagi gua mah pemimpin itu punya kualifikasi, jujur, anti-korupsi, bisa dipercayai, bisa mengayomi, membenahi, menaungi, menghormati dan menghargai perbedaan yang terjadi. Udah Hok gua mah gitu aja. Bodo amat agamanya apa.
Lah itu kemarin yang al-Maidah itu yang lo hina itu. Itu juga sebenarnya ada perbedaan interpretasi di lingkungan ulama gua Hok. Ada yang bilang itu ga boleh milih pemimpi kapir (gua pake p Hok karena gua orang sunda). Ada juga yang bilang salah satu kata yang terangkai dalam ayat itu tak selamanya diartikan pemimpin.
Biasa Hok ulama-ulama gede mah emang begitu suka menghargai perbedaan. Cuma ulama yang ono aja noh yang suka maksa-maksain orang. Geli bangat gua sebenarnya dengan gaya paksa dan mewajib-wajibkan begitu. Apalagi ga lepas dari unsur politis. Iya ga Hok?
Sama Hok gua juga ga mau tuh ayat-ayat suci itu diperdebatkan dalam kontestasi politik. Soalnya sensitif sih. Apalagi saudara-saudara gua mah banyak yang cepet marah dan tersinggung. Elu sih cari gara-gara aja kemarin ah gua getok juga luh. Elu sih kemarin cuma minta maaf di tipi doank. Padahal kali aja mereka pengen dicium kakinya sama elu Hok biar elu dimaafin.
Tapi inget ya Hok. Ajaran Nabi gua ga begitu. Nabi gua itu orangnya pemaaf. Eh, tadi kan gua mau cerita perstiwa Fathu Makkah ya. Sori dah. Jadi begini Hok. Ini gua ceritain biar loh ngebandingin aja antara akhlak Nabi dengan dengan akhlak orang MUI dan sejenisnya itu tuh yang suka marah-marahan dan main kutip hukum mutilasi.
Lo kalau tau orang kaya Abu Jahal, Abu Lahab, Umayyah bin Khalaf, dan sejenisnya begitu tuh, orang kapir mekah. Euh itu lu kalau liat orang kaya gitu zaman sekarang lo tebas kali lehernya.
Ya bayangin aja Hok orang mah sama Nabi gua diajak masuk Islam gitu ya. Diajak doank. Ga dipaksa. Eh malah nyerang. ngelemparin pake kotoran, ngeludahin, mencaci, memaki-maki, mau dibunuh malah.
Itu hampir tiap hari tuh kerjaan mereka begituan. Resenya minta ampun. Bukan cuma ngejek al-Quran doank Hok. Mereka mah mau ngebunuh! Udah gitu ngehalang-halangin Nabi gua dakwah lagi. Kan sial tuh orang kaya begitu.
Tapi lu tahu gak pas waktu Fathu Makkah itu. Aduh gua mah ga ngebayangin ya orang kaya gitu kasih sayang dan cintanya sama manusia itu kaya apa Hok.
Itu Nabi dateng ke Mekkah bersama sekitar 10.000 sahabat. Pidato kan abis itu. Ya lu ga usah tahu teks pidato lengkapnya. Dasar Cina loh. Kepo banget. Buat apaan. Lo pidato di tugu monas pake pidato Nabi gua juga lo ga bakalin didengerin karena lo itu kapir. Ah udah gua lanjutin.
Jadi pas udah menang gitu kan Hok istilahnya setelah berpuluh-puluh tahun Nabi diperangi di Mekkah dan di Madinah tuh. Itu pas tahun ke 8 hijriah gitu ya kira-kira. Pas udah dipuncak-puncaknya nih. Di hadapan orang-orang yang dulu menghina al-Quran, mengejek Tuhan, menabuh genderang perang dan sebaginya, itu Nabi gua ngapain coba lo tebak.
Apa Nabi gua membunuh mereka? Padahal Nabi gua mah bisa aja Hok membunuh mereka semua wong mereka udah ga punya kekuatan ko. Dulu sih di Mekkah iya mereka masih bisa leluasa. Lah sekarang Mekkah nya aja udah dikuasai. Mereka mau ngapain lagi?
Tapi engga Hok. Nabi gua itu Nabi Penyayang. Kalau bahasa arabnya Nabiyyurrahmah. Lo sekalian Hok tar pidato di depan warga DKI biar orang MUI malu Hok. Bahwa Nabi kite nih nabi orang Islam itu Nabi cinta dan kasih sayang, bukan Nabi kebencian dan suka marah-marahan.
Tahu gak Hok di hadapan orang-orang kaya begituan itu di deket Ka’bah dia bilang apa? Dia bilang begini Hok: Idzhabû fa antum thulaqâ. Aduh gua mau nerjemahin dengan gaya bahasa lo yang cuplas-ceplos nanti takut ada yang marah Hok. Jadi terjemahannya itu Hok begini: “Silakan kalian pergi, kalian bebas.” Tuh Hok. Lu resapin tuh.
Orang udah berkuasa gitu kan. Di hadapannya adalah orang-orang yang dulu menghina al-Quran, menghina Islam, menghina Nabinya sendiri, puluhan tahun lagi—beda sama lo yang cuma sehari dan itupun lo ga niat ngelecehin kan—itu puluhan tahun Hok mereka mau membunuh Nabi gua.
Nabi gua malah ketika sudah berkuasa, orang-orang yang membenci dan mau membunuh itu malah dibebasin Hok. Hok dibebasin Hok dibebasin. Dilupain tuh kelakukan-kelakuan resenya. Nabi gua mah ga pendendam. Orangnya penyanyang. Mudah memaafkan.
Meskipun gua juga belum bisa Hok kaya begitu. Tapi gua pengen ngenalin ajaran Nabi gua ke elu Hok. Biar lo jangan alergi sama Islam hanya karena fatwa orang-orang MUI. Ga usah lo ga usah dengerin mereka-mereka yang merangi lo sekarang.
Lo cukup tahu aja nih. Biar lu nanti ceramah tentang peristiwa Fathu Makkah ke orang MUI. Biar mereka malu Hok sama akhlak Nabinya sendiri yang pemaaf meskipun al-Quran dihina dan dicaci. Ini cuma salah satu contoh, salah satu Hok ya, salah satu, bukan satu-satunya. Salah satu contoh bahwa Nabi gua itu begitu pemaaf dan penyayang.
Euh, kalau di MUI itu ada orang yang akhlaknya kaya begitu Hok, lo tu ga bakal difatwa menghina al-Quran. Lo juga sama dibebasin. Dilepasin. Dilepasin Hok kaya burung. Punya burung ga lo?! Ah elu mah belum disunat gede-gede juga. Dasar lo kapir lo Cina. Sunat Hok. Ah lo gimana sih. Hahahhaha.
Santai Hok. Ya itulah Hok ajaran Islam gua. Aduh gua kalau disuruh nerangin satu-satu mah cerita Nabi yang begituan, yang pemaaf, penyayang, dan lain-lain, itu ga cukup Hok waktu kita.
Apalagi kalau lo denger kisah beliau dengan Abdullah ibn Ubay ibn Salul. Itu dedengkotnya orang munafik Hok. Tapi kalau lo tau ceritanya bisa-bisa lo masuk Islam lah pokoknya. Indah banget Hok Islam itu. Ga seperti yang lo kira. Indah banget Islam tuh.
Aduh udah lah Hok, kecapean gua nulis. Hok masa dari kemarin gua nulis tentang lo coba beberapa kali. Gua pengen ngebela hak-hak kemanusiaan dan hak-hak konstitusional loh nih yang kapir ini, masa gua dituduh yang engga-engga.
Dimaki. Dihina. Direndahkan. Dibilang gua dibayar lah, ada proyeklah, itu lah, ini lah. Malu gua sama komentar-komentar begitu ih. Padahal mereka Muslim Hok. Aduh gua mah aneh aja itu sama orang yang komentarnya kaya orang abad kegelapan gitu.
Elu kalau ngeliat komentar-komentar begituan tuh dari saudara-saudara gua Hok, awas lu Hok jangan bawa-bawa nama Islam. Islam tuh ga ngajarin yang begituan Hok. Islam tuh ngajarin etika dan sopan santun. Islam tuh ngajarin persahabatan, bukan kebencian. Islam itu memuliakan, bukan merendahkan.
Ni orang kaya elu nih yang kafir begini dalam pandangan keislaman gua yang dipelajari di al-Azhar itu dimuliakan Hok. Ya kekufuran lu ke Nabi gua ya jelas gua tolak, tapi sisi kemanusiaan lo kita muliakan Hok. Karena kita sama-sama diciptakan oleh Yang MahaKuasa. Kita ini sama-sama hamba Allah Hok. Dan kita berasal dari nenek moyang yang sama. Nabi Adam.
Makanya gua dari kemarin nulis tentang lo tu Hok karena gua merasa lo saudara gua. Kita sama-sama manusia. Tuhan kita sama. Bedanya gua bilang satu, elo bilang tiga. Gua ga tega melihat lo dizalimi sama orang-orang yang ingin mempolitisasi ajaran Nabi gua yang suci seperti yang gua ceritain secara singkat tadi.
Lo saudara gua Hok. Gua emang ga suka sama kekufuran lo Hok karena lo ga percaya sama nabi Gua. Tapi ingat Hok, gua cinta sama sisi kemanusiaan lo. Gua Azhari Hok. Dan gua cinta sama lo Hok.
Elo boleh kafir di mata gua Hok. Tapi kekufuran lo itu tak lantas membuat gua boleh menzalimi dan melukai hati lo Hok. Lu jangan bengong melotot heran gitu. Ga pernah lu ya ngedengerin ustaz-ustaz Indonesia bilang begini? Seringnya dibilang kapir aja gitu ya? Iya kan? Ngaku lo.
Lo tahu gak Hok gua belajar Islam kaya beginian dari mana? Dari al-Azhar Hok. Al-Azhar. Al-Azhar yang ngajarin gua beginian. Memandang bahwa semua manusia itu pada dasarnya dimuliakan oleh Tuhan apapun itu agamanya.
Kita ini sama-sama dirajut oleh ikatan kemanusiaan. Keyakinan kita beda Hok. Tapi ingat, lo ga boleh zalim sama gua. Dan gua juga ga boleh zalim sama lo. Kita memang mengingkari keyakian kita masing-masing Hok. Gua ga percaya Yesus itu Tuhan, dan lo juga ga percaya kan kalau Nabi Muhammad itu Nabi. Tapi ingat Hok, itu semuanya tidak menghalangi kita untuk saling tolong menolong, saling mencintai dalam kebaikan, menolak kemungkaran dan lain-lain.
Inilah Hok Islam yang gua pelajari di al-Azhar. Islam cinta dan kasih sayang. Bukan Islam marah dan penuh kebencian. Ahok. Gua Azhari, dan gua cinta sama lu, Hok.
(Kairo, Zahra-Medinat Nasr, 16 Oktober 2016)
Course : http://infoberita.pw/terharu-surat-terbuka-untuk-ahok-dari-mahasiswa-mesir-gua-azhari-dan-gua-cinta-sama-ahok/
Read More

Friday, December 2, 2016

Hai Akhi, dengarlah..





Tentang cita-citamu,
Dengar.. hidup hanya sekali, buatlah berarti.
Bayangkan dengan segenap akal sehatmu,
percayalah dengan segenap hatimu
dan capailah dengan segenap kemampuanmu..
hatiku tidak akan mengusikmu.


Kau tau, tidak ada kesalahan yang mampu mengubah masa lalu..
tidak ada kekhawatiran yang mampu mengubah masa depan..
yang berlau biarlah berlalu,
introspeksi diri,
dan jangan cemas lagi.
Mulailah hal baru..
jika itu benar dan menurutmu adalah yang terbaik, maka lakukanlah.


Jika hari ini adalah hari yang berat bagimu,
percayalah..
perjalanan yang sulit sering membimbing ke tujuan yang indah,
berdoalah, berusaha dan tawakkal.
Karena hanya karena kamu ga bisa memcahkan suatu permasalahan,
bukan berati kamu tidak akan pernah bisa memecahkannya.

Yang tersulit adalah menunggu sesuatu yang kamu tahu tidak mungkin terjadi,
karena sesuatu itu adalah hal yang sangat kamu inginkan dalam hidupmu..
maka kenapa kamu tidak berhenti bertanya jika kamu sebenarnya mengetahui jawabannya?
Jika pada dasarnya kamu tidak mau dengar hanya karena jawabannya tdk sesuai dengan kehendakmu,
dan kamu berharap agar jawaban selanjutnya sesuai dengan kehendakmu,

diam adalah lebih baik.
Read More