Wednesday, October 28, 2015

R.I.P KIM HYUN JI


Kim Hyun Ji Bunuh Diri Bersama 2 Saudaranya di Dalam Mobil


Artis Korea Kim Hyun Ji Bunuh Diri Bersama 2 Rekan Lelaki Di Dalam Mobil, Polisi Masih Cari Motifnya!!

Kabar duka dari tanah Korea. Baru-baru ini dikabarkan kalau Kim Hyun Ji melakukan tindakan nekad yaitu bunuh diri.
27 Oktober 2015 Kim Hyun Ji mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Ia ditemukan di daerah Iksan, Provinsi Jeolla Utara, Korea. Kim Hyun Ji ditemukan di dalam mobilnya.
Di dalam mobil terdapat 1 mayat perempuan (Kim Hyun Ji) dan 2 orang laki-laki. Sebelumnya Kim Hyun Ji pernah menjadi kontestan ajang kompetisi penyanyi Korea, Superstar K Season 1. Kim Hyun Ji berumur 31 tahun saat ini.
Dua lelaki yang juga menjadi mayat di dalam mobil Kim Hyun Ji dapat di identifikasi. Meraka tak lain adalah saudara Kim Hyun Ji sendiri. Mereka bernama Go dan Lee mereka berumur 33 tahun.
Menurut polisi setempat mereka memang sudah merencanakan bunuh diri. Polisi menyimpulkan berdasarkan Briket arang yang ada dalam mobil tersebut.
Bahkan, salah satu mayat tersebut sempat mengirimkan pesan singkat dari handphone kepada keluarganya. Dalam pesan singkat tersebut ia mengatakan permintaan maaf karena ia meninggalkan lebih dulu. Namun polisi enggan menyebutkan siapa nama yang mengirimkan sms itu.
Artis Korea Kim Hyun Ji Bunuh Diri Bersama 2 Rekan Lelaki Di Dalam Mobil, Polisi Masih Cari Motifnya!!..

Hal ini diketahui polisi karena mendapati laporan dari pihak rental mobil. Pihak rental mobil mengatkan kalau Go saudara dari Kim Hyun Ji tidak mengembalikan mobil yang ia rental.
Menanggapi hal itu polisi langsung melacak keberadaan mobil yang di sewa oleh Go. Alhasil ketemulah di daerah Iksan, Provinsi Jeolla Utara, Korea namun saat ditemukan terdapat tiga mayat ada didalam mobil tersebut. Yang salah satunya adalah Kim Hyun Ji.
Polisi mengembangkan kasus ini dan menelusuri aoa motif yang ada dalam kasus ini. Sampai saat ini polisi masih melakukan olah tkp dan memeriksa beberapa saksi. Belum ada titik terang dalam kasus ini.
Sementara jenazah Kim, Go, Lee masih menjalani autopsi dan akan dikirim ke rumah duka masing-masing.
Kita juga turut mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kematian Kim Hyun Ji. Kim Hyun Ji adalah sosok orang yang baik dan pernah melintang di dunia musik.
Read More

Saturday, October 24, 2015

PENGANTAR PENDIDIKAN - FILSAFAT PENDIDIKAN



TUGAS 1

1.      Progresivisme dan Essensialisme Pendidikan

A.    Progresivisme Pendidikan
Progressivisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi masalah yang menekan atau mengecam adanya manusia itu sendiri. Aliran Progressivisme mengakui dan berusaha mengembangakan asas Progressivisme dalam semua realitas, terutama dalam kehidupan adalah tetap survive terhadap semua tantangan hidup manusia, harus praktis dalam melihat segala sesuatu dari segi keagungannya. Berhubungan dengan itu progressivisme kurang menyetujui adanya pendidikan yang bercorak otoriter, baik yang timbul pada zaman dahulu maupun pada zaman sekarang.
Aliran progesivisme telah memberikan sumbangan yang besar di dunia pendidikan saat ini. Aliran ini telah meletakkan dasar-dasar kemerdekaan dan kebebasan kepada anak didik. Anak didik diberikan kebaikan baik secara fisik maupun cara berpikir, guna mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat oleh orang lain. Oleh karena itu, filsafat progesivisme tidak menyetujui pendidikan yang otoriter.  Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan.

Kelebihan Filsafat Pendidikan Progresivisme
1.      Siswa diberi kebebasan untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya.
2.      Siswa diberi kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya.
3.      Siswa belajar untuk mencari tahu sendiri jawaban dari masalah atau pertanyaan yang timbul di awal pembelajaran. Dengan mendapatkan sendiri jawaban itu, siswa pasti akan lebih mengingat materi yang sedang dipelajari.
4.      Membentuk output yang dihasilkan dari pendidikan di sekolah memilki keahlian dan kecakapan yang langsung dapat diterapkan di masyarakat luas.
5.      Nilai-nilai yang dianut bersifat fleksibel terhadap perubahan.
6.      Toleran dan terbuka sehingga menuntut untuk selalu maju bertindak secara konstruktif, inovatif dan reformatif, aktif serta dinamis.
7.      Menjadikan anak didik yang memiliki kualitas dan terus maju sebagai generasi yang akan menjawab tantangan zaman peradaban baru.

Kekurangan Filsafat Pendidikan Progresivisme
1.      Mengabaikan kurikulum yang telah ditentukan, yang menjadi tradisi sekolah.
2.      Mengurangi bimbingan dan pengaruh guru. Siswa memilih aktivitas sendiri.
3.      Siswa menjadi orang yang mementingkan diri sendiri, ia menjadi manusia yang tidak memiliki self discipline, dan tidak mau berkorban demi kepentingan umum.
4.      Progresivisme terlampau menekankan pada pendidikan individu
5.      Kelas sekolah progresif artifisial / dibuat-buat dan tidak wajar.
6.      Progresivisme bergantung pada minat dan spontan.
7.      Siswa merencanakan sesuatu sendiri dan mereka tidak bertanggung jawab terhadap hasil dari tugas-tugas yang dikerjakan.


B.                 Essensialisme Pendidikan
Esensialisme adalah pendidikan yang di dasarkan kepada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia. Esensialisme muncul pada zaman Renaissance dengan ciri-ciri utama yang berbeda dengan progresivisme. Perbedaannya yang utama ialah dalam memberikan dasar berpijak pada pendidikan yang penuh fleksibilitas, di mana serta terbuka untuk perubahan, toleran dan tidak ada keterkaitan dengan doktrin tertentu. Esensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama yang memberikan kestabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas. Idealisme dan realisme adalah aliran filsafat yang membentuk  corak esensialisme. Dua aliran ini bertemu sebagai pendukung esensialisme, akan tetapi tidak lebur menjadi satu dan tidak melepaskan sifatnya yang utama pada dirinya masing-masing.  Aliran filsafat esensialisme adalah pendidikan yang didasarkan kepada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak peradaban umat manusia.

Kelebihan  Filsafat Esensialisme
1.                  Esensialisme membantu untuk mengembalikan subject matter ke dalam proses pendidikan, namun tidak mendukung perenialisme bahwa subject matter yang benar adalah realitas abadi yang disajikan dalam buku-buku besar dari peradaban barat. Great Book tersebut dapat digunakan namun bukan untuk mereka sendiri melainkan untuk dihubungkan dengan kenyataan-kenyataan yang ada pada dewasa ini
2.             Esensialis berpendapat bahwa perubahan merupaka suatu kenyataan yang tidak dapat diubah dalam kehidupan sosial. Mereka mengakui evolusi manusia dalam sejarah, namun evolusi itu harus terjadi sebagai hasil desakan masyarakat secara terus-menerus. Perubahan terjadi sebagai kemampuan imtelegensi manusia yang mampu mengenal kebutuhan untuk mengadakan amandemen cara-cara bertindak, organisasi, dan fungsi sosial.
3.             Menurut aliran ini suatu ide-ide atau gagasan-gagasan manusia sebagai makhluk yang berpikir, dan semua ide yang dihasilkan diuji dengan sumber yang ada pada Tuhan yang menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi dan dilangit, serta segala isinya. Dengan menguji dan menyelidiki semua ide serta gagasannya maka manusia akan mencapai suatu kebenaran yang berdasarkan kepada sumber yang ada pada Allah SWT.
4.             Memberikan dasar berpijak pada pendidikan yang penuh fleksibilitas, di mana serta terbuka untuk perubahan, toleran dan tidak ada keterkaitan dengan doktrin tertentu.
5.             Pendidikan berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama yang memberikan kestabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas.

Kekurangan Filsafat Esensialisme
a.                   menurut esensialis, sekolah tidak boleh mempengaruhi atau menetapkan kebijakan-kebijakan sosial. Hal ini mengakibatkan adanya orientasi yang terikat tradisi pada pendidikan sekolah yang akan mengindoktrinasi siswa dan mengenyampingkan kemungkinan perubahan.
b.                  Para pemikir esensialis pada umumnya tidak memiliki kesatuan garis karena mereka berpedoman pada filsafat yang berbeda. Beberapa pemikir esensialis bahkan memandang seni dan ilmu sastra sebagai embel-embel dan merasa bahwa pelajaran IPA dan teknik serta kejuruan yang sukar adalah hal-hal yang benar-benar penting yang diperlukan siswa agar dapat memberi kontribusi pada masyarakat.
c.                   Peran guru sangat dominan sebagai seorang yang menguasai lapangan, dan merupakan model yang sangat baik untuk digugu dan ditiru. Guru merupakan orang yang menguasai pengetahuan dan kelas dibawah pengaruh dan pengawasan guru. Jadi, inisiatif dalam pendidikan ditekankan pada guru, bukan pada siswa.
2.                  Filsafat Perenialisme dan Konstruktivisme
A.                Filsafat Perenialisme
Perenialisme berasal dari kata perennial yang berarti abadi, kekal atau selalu. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Perenialisme menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Jalan yang ditempuh oleh kaum perenialis adalah dengan jalan mundur ke belakang, dengan menggunakan kembali nilai nilai atau prinsip prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kuat, kukuh pada zaman kuno dan abad pertengahan. Perenilaisme memandang bahwasanya pada zaman modern ini telah banyak menimbulkan krisis diberbagai bidang dalam kehidupan manusia, terutama dalam bidang pndidikan.
Perenialisme bersifat regresif yaitu untuk menyelesaikan masalah kekacauan yang terjadi dikembalikan kepada kebudayaan masa lampau yang dianggap cukup ideal dan teruji ketangguhannya.Untuk itulah pendidikan harus lebih banyak mengarahkan pusat perhatiannya kepada kebudayaan yang telah teruji dan tangguh.
Perenialisme merupakan penolakan dari pandangan progresivisme
Perenialisme lahir pada tahun 1930-an sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Perenialisme menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Perenialisme memandang situasi dunia ini penuh kekacauan, ketidakpastian dan ketidakteraturan, terutama dalam kehidupan moral, intelektual dan sosio-kultural. Maka perlu ada usaha untuk mengamankan ketidakberesan ini. Teori atau konsep pendidikan perenialisme dilatar belakangi oleh filsafat-filsafat Plato yang merupakan bapak idealisme klasik, filsafat Aristoteles sebagai bapak realisme klasik dan filsafat Thomas Aquinas yang mencoba memadukan antara filsafat Aristoteles dengan ajaran (filsafat) gereja katolik yang tumbuh pada zamannya (abad pertengahan).
Tindak lanjut pelaksanaan penyuluhan sosial dari filsafat pendidikan perenialisme, yaitu dengan pemberian pelatihan kepada para pendidik sehingga para pendidik akan lebih mengetahui dan memahami cara mengajar cara mengajar yang baik menurut teori perenialisme.
Contoh konkritnya adalah penggunaan metode pembelajaran ceramah dalam proses belajar mengajar. Dimana pengajaran ini berpusat pada guru sehinggan menimbulkan bahaya verbalisme dimana orang dapat mengucapkan sesuatu tetapi tidak pernah melihat dan memahami apa yang diucapkannya. Pada model pembelajaran seperti ini tidak memberikan kesempatan berbuat dan berpikir untuk memecahkan masalah. Anak dipaksa mengikuti jalan pikiran guru. Dan anak kurang diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan untuk mengeluarkan pendapat. Dalam memberikan nilai, guru tidak hanya memberikan nilai asli, tetapi juga ada nilai subyektifnya seperti penilaian kesopanan etika, dan keantusiasan siswa tersebut dalam mendalami materi yang diajarkan guru tersebut. Sehingga dengan cara itu, nilai siswa benar-benar asli sesuai dengan kenyataan yang ada pada siswa tersebut.
Kelebihan  Filsafat Perenialisme
1.                  Perenialisme tetap percaya terhadap asas pembentukan kebiasaan dalam permulaan pendidikan anak. Kecakapan membaca, menulis, dan berhitung merupakan landasan dasar. Dan berdasarkan pentahapan itu maka learning to reason menjadi tujuan pokok pendidikan menengah dan pendidikan tinggi.
2.                  Belajar sebagai persiapan hidup. Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan manusia sekarang seperti dalam kebudayaan ideal. Perenialisme memberikan sumbangan yang berpengaruh baik teori maupun praktik bagi kebudayaan dan pendidikan zaman sekarang.
3.                  Pendidikan ditekankan pada kebenaran absolut yang bersifat universal yang tidak terikat pada tempat dan waktu. Perenialisme menekankan pada keabadian, keidealan, kebenaran, dan keindahan Perenialisme mengangkat kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang menjadi pandangan hidup yang kokoh pada zaman kuno dan abad pertengahan. Dalam pandangan perenialisme pendidikan lebih banyak mengarahkan perhatiannya pada kebudayaan ideal yang telah teruji dan tangguh.
4.                  Kurikulum menekankan pada perkembangan intelektual siswa pada seni dan sains.
Untuk menjadi terpelajar secara kultural, para siswa harus berhadapan pada bidang-bidang seni dan sains yang merupakan karya terbaik dan paling significant yang diciptakan oleh manusia. Contohnya, seorang guru bahasa Inggris mengharuskan siswanya untuk membaca Moby Dick nya Melville atau drama-drama Shakespeare.
Kekurangan Filsafat Perenialisme
1.                  Pengetahuan dianggap lebih penting dan kurang memperhatikan kegiatan sehari-hari. Pendidikan yang menganut paham ini menekankan pada kebenaran absolut, kebenaran universal yang tidak terkait pada tempat dan waktu aliran ini lebih berorientasi ke masa lalu.
2.                  Perenialis kurang menerima adanya perubahan-perubahan, karena menurut mereka perubahan banyak menimbulkan kekacauan, ketidakpastian,dan ketidakteraturan, terutama dalam kehidupan moral, intelektual, dan sosio-kultural.
3.                  Focus perenialis mengenai kurikulum adalah pada disiplin-disiplin pengetahuan abadi , hal ini akan berdampak pada kurangnya perhatian pada realitas peserta didik dan minat-minatsiswa.

B.     Filsafat Konstruktivisme
Konstruktivisme berkembang dalam rangka mengatasi proses pendidikan yang pada umumnya dilakukan melalui transfer pengetahuan dari guru kepada siswa. Para rekonstruktivis ingin menhubahnya agar siswa belajar melalui suatu proses dengan cara-cara yang bermaknsa, memperkaya dan memungkinkan siswa menginterpretasikan alam semsta dengan pengertian yang ilmiah. Konstruktivisme didukung oleh empirisme dan pragmatisme. Ada yang berpendapat bahwa konstruktivisme mengandung bahaya yang mengarah ke empirisme dan relativisme.
Konstruktivisme memandang pendidikan bukan kegiatan menyampaikan pengetahuan melainkan membantu siswa berpikir secara benar dan mandiri, mengonstruksi pengetahuan, membuat makna, bersikap kritis dan mengajukan justifikasi.
Tujuan pendidikan  lebih mengutamakan perkembangan konsep dan pengetahuan yang mendalam sebagai hasil konstruksi aktif siswa dengan mempertimbangkan multimetode untuk dipilih.

Kelebihannya:
1.      Membangkitkan kesadaran para peserta didik tentang masalah sosial, ekonomi dan politik yang dihadapi umat manusia dalam skala global, dan mengajarkan kepada mereka keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.
2.      Kurikulum berisi mata-mata pelajaran yang berorientasi pada kebutuhan-kebutuhan masyarakat masa depan. Kurikulum disusun untuk menyoroti kebutuhan akan beragam reformasi sosial.
3.      Anak, sekolah, dan pendidikan itu sendiri dikondisikan oleh kekuatan budaya dan sosial.
4.      Rekonstruktivisme menekankan pada pengalaman yang dimiliki para siswa dengan interaksi ekstensif antara guru dan siswa dan diantara para siswa itu sendiri.
5.      Melalui suatu pendekatan rekonstruktivisme sosial pada pendidikan, para siswa belajar metode-metode yang tepat untuk berhadapan dengan krisis-krisis signifikan yang melanda dunia.

Kekurangannya:
1.      Karena tujuan sekolah adalah mengembangkan rekayasa sosial, beban dan tanggung jawab sekolah sangatlah berat.
2.      Tawaran pemikiran yang direkomendasikan oleh rekonstruktivismeme seperti keterlibatan aktif dunia pendidikan pada dunia politik akan berdampak buruk pada aktivitas pendidikan yang secara akdemik terlalu sakral yang kemudian untuk dicemari oleh intrik-intrik poloitik yang kotor dan menghalalkan segala cara untuk memuaskan nafsu kekuasaan sebuah kelompok politik tertentu.
3.      Rekonstruktivismeme bersifat makro, dan kurang menitikberatkan pada individu, padahal pendidikan seharusnya bertujuan untuk membangun kepribadian yang didalamnya terdapat kebagusan akal budi dan moralitas individu (ahlak). Pendidikan tidak hanya ingin melahirkan para aktivis sosial, akan tetapi juga manusia yang bermoral, berkarakter, dan memiliki spiritualitas cukup.
4.      Gagasan-gagasan yang ada di dalam rekonstruktivismeme sangat teoritik dan cenderung tidak realistik. Karena gagasan seperti pembentukan tatanan sosial baru yang sangat ideal sebagai solusi atas bencana kemanusiaan yang terjadi, ibarat “mimpi disiang bolong”, sebab upaya tersebut seolah mengabaikan kondisi rill umat manusia saat ini.

Read More

AYO KE MAGELANG 2015

AYO KE MAGELANG 2015

Pemkot Magelang telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 8,3 miliar untuk kegiatan “Ayo ke Magelang” pada tahun 2015. Seratus event atraktif siap dinikmati wisatawan lokal maupun mancanegara. Ya! 100 event, mulai 31 Desember 2014 hingga 31 Desember 2015. kebayang kan gimana ramenya kotaku tercinta ini.. :*

“Pencanangan dilaksanakan pada malam Tahun Baru 2015 di Alun-alun Kota Magelang. Seluruh komponen masyarakat termasuk seniman, budayawan dan pengusaha supaya ikut berpartisipasi menyukseskan program itu.’’ kata Walikota Ir Sigit Widyonindito MT, kemarin. Hai Pak Budi, Dosen PKRku ter-awesome-lah.. pasti ikut nih si Bapak Kumis multi talent. :D

Setelah pencanangan dilanjutkan pesta kembang api kemudian doa bersama lintas agama agar Kota Magelang selalu kondusif dan masyarakatnya sejahtera. Aamiin.. 

Sigit menerangkan, 100 event yang digelar selama tahun 2015 antara lain pentas kesenian, pameran Magelang tempo dulu, prosesi Hari Jadi Kota Magelang, olimpiade astronomi dan reli mobil kuno.
“Kegiatan itu mari kita sukseskan bersama. Diharapkan banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Magelang termasuk dari wisatawan mancanegara. Dampaknya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” ungkapnya. Siaap Ndan!

Kepala Disporabudpar (pelan aja bacanya, Dis-po-ra-bud-par) Kota Magelang Drs. Hartoko mengatakan, target kunjungan Ayo ke Magelang adalah wisatawan domestik dari luar Jateng dan dari luar negeri. Untuk promosi, Bagian Humas, Protokol dan Santel Pemkot Magelang sudah memasang reklame kegiatan itu di Bandara Adisucipto dan Bandara Ahmad Yani.
“Kami juga meminta bantuan Dinas Pariwisata Jateng untuk menggunakan 10 papan reklame miliknya yang berada di perbatasan dengan Provinsi DIY, Jabar, Jatim dan daerah lainnya,” terangnya.
Asosiasi Usaha Jasa Perjalanan Wisata juga ikut mempromosikan. Namun paket wisatanya tidak hanya ke Kota Magelang tetapi ke berbagai obyek wisata di eks Karesidenan Kedu.

Berikut ini AGENDA AYO KE MAGELANG 2015, check this out!


Read More

Friday, October 23, 2015

MAKALAH BAHASA INGGRIS MODUL 5



BAHASA INGGRIS UNTUK GURU SD
MODULE 5: FOOD AND MONEY














DISUSUN OLEH:
1.                  IIN FITRI NURNIASIH                   (822409613)
2.                  SADILAH                                          (822413874)









FKIP UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ YOGYAKARTA POKJAR KOTA MAGELANG TAHUN 2015

UNIT 1
Shopping for Food : Supermarket

A.                SECTION (bagian-bagian di supermarket)
            Where can you buy it?
a.      Bakery section                  (bagian roti)
b.      Dairy section                     (olahan susu)
c.       Produce section                 (hasil bumi)
d.      Meat department               (bagian daging)
e.       Fruit department               (bagian buah-buahan)
f.       Vegetables department     (bagian sayuran)
g.      School equipment             (perlengkapan sekolah)
Example :
1.                   Where is the milk?
2.                   Where are the fruits?
3.                   Where can I buy butter?

B.                THE DEGREES OF COMPARISON
The Degrees of Comparison adalah istilah dalam bahasa inggris yang merupakan tingkat-tingkat perbandingan pada kata sifat (Adjectives). The Degrees of Comparison dibagi menjadi
1.       Positive degree.   (Tingkat positif / biasa)
2.       Comparative degree.       (Tingkat perbandingan / lebih)
3.       Superlative degree.          (Tingkat terbaik/ paling)

Bentuk Comparative dibuat dari bentuk positif yang ditambah dengan akhiran –er atau r dan awalan more. Sedangkan Bentuk Superlative dibentuk dari bentuk positif yang ditambah dengan akhiran –est atau –st dan awalan most.



B.1      Cara membentuk The Degree of Comparison

1)      Kata Sifat yang terdiri atas satu suku kata, hanya ditambah dengan akhiran er dan –est.
Positive
Comparative
Superlative
cheap
cheaper
cheapest
great
greater
greatest
tall
taller
tallest
high
higher
highest
small
smaller
smallest
short
shorter
shortest
long
longer
longest
fast
faster
fastest
loud
louder
loudest
low
lower
lowest
old
older
oldest
strong
stronger
strongest
young
younger
youngest

2)      Kata sifat yang terdiri dari satu suku kata dan berakhiran dengan satu huruf mati (Konsonan) yang diawali dengan huruf (Vokal), ditambah dengan akhiran –er dan –est. Satu huruf mati terakhir digandakan.
Positive
Comparative
Superlative
big
bigger
biggest
wet
wetter
wettest
hot
hotter
hottest
fat
fatter
fattest
thin
thinner
thinnest

3)      Kata sifat (Adjective) yang berakhiran dengan huruf –y dan diawali satu atau dua huruf mati, maka –y diganti dengan –i dan kemudian ditambah –er atau -est.
Positive
Comparative
Superlative
happy
happier
happiest
lucky
luckier
luckiest
pretty
prettier
prettiest
lazy
lazier
laziest
busy
busier
busiest
crazy
crazier
craziest
dry
drier
driest
easy
easier
easiest
lovely
lovelier
loveliest
funny
funnier
funniest

4)      Kata sifat yang berakhiran dengan huruf –y dan sebelumnya diawali dengan huruf hidup (Vokal) juga, maka huruf –y tidak mengalami perubahan dan langsung ditambah –er atau –est.
Positive
Comparative
Superlative
grey
greyer
greyest
lay
layer
layest

5)      Kata sifat yang terdiri atas dua suku kata dan berakhiran dengan –er atau –ow langsung ditambah –er atau -est.
Positive
Comparative
Superlative
clever
cleverer
cleverest
shallow
shallower
shallowest
slow
slower
slowest

6)      Kata sifat yang terdiri atas dua suku kata yang berakhiran dengan huruf –e, maka hanya ditambah dengan –r atau –st saja.
Positive
Comparative
Superlative
wise
wiser
wisest
polite
politer
politest
brave
braver
bravest
large
larger
largest
nice
nicer
nicest
wide
wider
widest
complete
completer
completest
simple
simpler
simplest

7)      Kata sifat yang terdiri atas dua suku kata, akan tetapi tekanan pengucapannya jatuh pada suku kata pertama, tidak ditambah –er dan –est tetapi ditambah dengan more dan most.

Positive
Comparative
Superlative
famous
more famous
most famous
nervous
more nervous
most nervous
charming
more charming
most charming
 
8)      Kata sifat yang terdiri atas tiga suku kata atau lebih, langsung ditambah dengan more atau most.
Positive
Comparative
Superlative
careful
more careful
most careful
careless
more careless
most careless
useful
more useful
most useful
useless
more useless
most useless
readable
more readable
most readable
terrible
more terrible
most terrible
difficult
more difficult
most difficult
diligent
more diligent
most diligent
different
more different
most different

9)      Ada beberapa Kata Sifat (Adjective) yang bentuk Comparative (Lebih) maupun Superlative (Paling)-nya tidak mengikuti aturan seperti yang telah ditetapkan di atas, perhatikan tabel di bawah ini.
Positive
Comparative
Superlative
bad
worse
worst
ill
worse
worst
evil
worse
worst
good
better
best
many
more
most
much
more
most
a little
less
least
little
littler
littlest
late
Later/ later
Last/ latest
old
Older /elder
Oldest/ eldest*
far
Farther/ further
Farthest/ furthest**
a few
less
least
few
fewer
fewest
hind
hinder
hindmost
She is my elder sister.
My truck is older than yours.
 
*Older dan oldest digunakan untuk orang dan benda, sedangkan elder dan eldest hanya digunakan untuk orang saja. Example:
Bali is farther than Maluku.
We shall get further information.
 
**Farther dan farthest digunakan untuk menunjukkan jarak saja, sedangkan further dan furthest digunakan untuk menunjukkan jarak dan waktu. Example:
Example:


B.2         Fungsi Positive Degree (Tingkat Positif)
Positive Degree
Positive Degree digunakan untuk membandingkan dua benda atau orang yang tingkatannya sama, baik sifat, bentuk atau bagian lainnya.
Formulas:
as + positive + as
no less + positive + than
not more + positive + than
                                                                                                                                    
Contoh:
She is as beautiful as her sister. (Dia secantik saudara perempuannya)
She is no less beautiful than her sister. (Dia sama cantiknya dengan saudara perempuannya)
She is not more beautiful than her sister. (Dia tidak lebih cantik daripada saudara perempuannya = sama cantiknya)

Dan untuk bentuk kalimat negatifnya dapat menggunakan rumus berikut:
not + as + positive + as
Contoh:
She is not as beautiful as her sister (Dia tidak secantik saudara perempuannya)

B.3         Fungsi Comparative Degree (Tingkat perbandingan / lebih)
digunakan untuk membandingkan dua benda atau orang yang berbeda. Atau dengan kata lain digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu benda atau orang itu mempunyai sifat lebih dibandingkan yang lain.
Formula:
Comparative + than
                                                                                                                                  
Example:
My house is bigger than his house. (rumah saya lebih besar daripada rumahnya)
B.4         Superlative Degree (Tingkat terbaik/ paling)
digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang atau suatu benda mempunyai sifat melebihi atau mengungguli dibandingkan yang lainnya. Pada umumnya digunakan untuk membandingkan tiga benda atau lebih.
Formulas:
the + superlative + nouns + in
the + superlative + of
the + superlative + noun
Contoh:
He is the funniest student in this class.
She is the most beautiful of all the girls.
This is the most expensive car

C.                MEASUREMENT

CONTOH MODUL HALAMAN 5.10

UNIT 2
Shopping for Food : Traditional Market

  1. Asking Something
a.       Have you got any...?
b.      Do you have.....?
c.       May/ Can/ Could I have...?
Grammar Focus I ( Some and any )
SOME
ANY
digunakan pada kalimat positif di depan kata benda jamak atau uncountable noun.
Ex : I have got some eggs
        I have some money
digunakan pada kalimat negatif dan kalimat tanya.
Ex : I Havent got any eggs
        Any questions?

Grammar Focus II ( Many and Much )
How many/ much would you like?
MANY
MUCH
digunakan untuk menanyakan jumlah benda yang bisa dihitung (countable noun)

Ex : X : Could I have some oranges?
       Y : How many would you like?
digunakan untuk menanyakan jumlah benda yang tidak bisa dihitung (uncountable noun)
Ex : X : Could I have some sugar?
       Y : How much would you like?

  1. Asking Price
  1. How much is the.... ( tanpa verb)
  2. How much does this....


UNIT 3
At  the Restaurant

1.      How to Order (customer)
a)      Have you got table for two/ four/ ten?
b)      May I see the menu, please?
c)      May I have some more coffe/tea without sugar?
d)     I’d like some fried eggs, please.

2.      How to offer (Waitress)
a)      What would you like to eat/ drink/ for dessert?
b)      May I take your order, please?
c)      Would you like something to drink/ some coffee?

Example:
X : May I take your order?
Y: Yes, I would like some steak.
X : What would you like to drink?
Y: Orange juice, please.

Read More